Label

Senin, 14 Januari 2013

Kepala Dua dan 13 Januari Tahun Ini :')

Bismillahirrahmanirrahim..
H+1 kepala dua. Entah kenapa kepala dua terdengar begitu “menyeramkan”. Bahkan 13 Januari bukan lagi waktu yang dinanti-nanti seperti beberapa tahun ke belakang. Masih mau berada di zona usia belasan. Saat kita masih dianggap cukup muda dalam menapaki perjalanan hidup dan tidak aneh ketika masih bertingkah layaknya seorang “bocah”.
Terlepas dari berubahnya status belasan menjadi geng kepala dua, saya mendapat banyak hal yang menyadarkan saya akan besarnya anugrah Allah selama ini.
                                                                                                                                                                                                                    
Sesungguhnya manusia mencari kebahagiaan dalam perjalanan hidupnya. Tentunya kebahagiaan yang tidak semu. Bukan sekadar kebahagiaan akan hal-hal yang bersifat fisik. Klasik mungkin, tapi benar kalau kebagiaan terbesar adalah saat keberadaan kita dirasakan manfaatnya oleh orang lain. Kita bukan sekadar ADA, tapi memiliki MAKNA. Dan yang saya rasakan kemarin, kebahagiaan adalah ketika kita dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangi kita dengan tulus. Mereka yang menjadi tawa kita saat bahagia dan menjadi air mata saat bersedih. Mereka yang tangannya menguatkan kita saat akan terjatuh, senyumnya mengikis resah, dan kehadirannya menjadi salah satu alasan untuk menjadi lebih kuat.
Mungkin ini berhubungan juga dengan masa-masa ujian yang menyadarkan saya akan banyak hal. Menyadarkan betapa butiran-debunya saya tanpa pertolongan Allah. Betapa manusia benar-benar makhluk sosial yang selalu membutuhkan kehadiran orang lain. Dan betapa butuhnya kita akan doa dari saudara-saudara kita :’) Dan alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang Maha Sempurna, do’a dari keluarga, saudara, dan teman-teman kemarin sampai hari ini, bahkan sampai kapan pun, memberi kebahagiaan yang tak terdefinisi. Memiliki orang-orang hebat yang menyayangi kita adalah anugrah luar biasa dari Allah. Tidak tahu akan jadi apa saya tanpa mereka terlebih tanpa kasih sayang Allah. Alhamdulillahi rabbil alamiiin… :’)

"Karena hadiah hanyalah sebuah simbol. Hadiah terbaik adalah do’a yang terlantun dengan tulus. Yang kau sampaikan langsung kepada Sang Maha Pemilik hadiah terindah :’)"


فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
“Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar