Label

Kamis, 19 Januari 2012

Di Mana Ranah Kontribusi Saya?

Bismillahirrahmanirrahim..

Hari ini hari terakhir UAS semester1. Alhamdulillah setelah 3 minggu melulu berkutat dengan slide, bermacam-macam draft, soal-soal, akhirnya hari ini bisa melupakan dulu tuntutan akademik seperti itu, lumayan laah walau cuma seminggu.


Tidak terasa ternyata sudah lebih dari empat bulan saya berubah status dari siswa menjadi MAHAsiswa, berubah tempat tinggal, apalagi rutinitas keseharian yang benar-benar berbeda saat saya masih berseragam putih-abu. Minggu demi minggu dilalui dengan jadwal lecture, tutorial, skills lab, lab act, CRP, LI, kadang ada juga jadwal pulang ke Bandung yang bisa jadi sarana "charge" semangat yang tak bisa dihindari untuk fluktuatif. Ternyata begitu padat rangkaian jadwal-jadwal mingguan yang mau-tidak-mau harus dilalui.


Ini konsekuensi. Saya tahu itu. Mungkin hanya motivasi kuat yang bisa membuat saya menjalaninya dengan HATI. Ya sejauh ini saya menikmati atau minimal mencoba menikmati setiap langkah saya di sini. Mencoba untuk tidak menganggapnya menjadi sebuah beban, tetapi tanggung jawab yang kita jalani dengan sepenuh hati.


Hari ini, setelah saya mencoba melupakan sementara kehidupan super hectic itu, ternyata saya malah merasa ada yang hilang. Yang dulu pernah saya rasakan tetapi sekarang tidak ada. Bukan kehilangan passion untuk ada di FK, tapi sesuatu yang lain.


Saya kehilangan "kesempatan" untuk memberi manfaat. Bukan. Bukan kehilangan, tapi lebih tepatnya kebingungan mencari ranah yang tepat. Mengapa semuanya terasa dilakukan untuk kepentingan saya? Mungkin ada yang berpendapat bahwa perjuangan sekarang untuk kepentingan orang lain (baca: pasien) kelak. Tapi saya tidak mau kelak, saya ingin sekarang. Tidak bisakah saya memberi manfaat mulai dari hal-hal kecil, mulai dari sekarang? Bahkan dulu saya merasa bisa memberi lebih banyak dari sekarang. Sekarang saya belum (semoga belum, bukan tidak) bisa memberi banyak manfaat baik di sini, apalagi di sana.

Yang tidak saya suka adalah keberadaan saya di sini kadang jadi pembelaan tidak ikut sertanya saya untuk membantu teman-teman seperjuangan saya di sana. Dulu kami berjalan bersama. Dulu setidaknya saya merasa ada bersama mereka walau dengan peran yang tidak begitu besar. Dulu saya ikut merasakan pahitnya "kegagalan" sampai manisnya buah kerja keras bersama. Dulu saya BERSAMA mereka.

Tidak untuk sekarang. Saya kehilangan ranah untuk berkontribusi. Entah saya terlalu mudah menyerah untuk mencarinya, karena sebenarnya pasti ada tempat untuk berbagi. Tapi memang itu yang saya rasakan belakangan ini. Saya seperti sedang "menonton" lewat layar kaca teman-teman saya yang sedang berjuang. Tanpa memberi kontribusi fisik yang berarti. Saya hanya penonton, kadang jadi figuran yang tidak bisa memberi banyak.

Entah bagian mana yang harus dibenahi, tapi saya yakin ada yang harus diperbaiki. Saya tidak mau dikuasai satu hal dengan tidak mengindahkan hal yang lain.

                                                                                                                                     
Percayalah kawan... 
Saya ingin selalu berada di barisan itu
Berangkulan menghadapi apa pun yang ada di depan
Tidak takut, karena kita bersama
Tidak putus asa, karena kita dibersamai Allah
Percayalah kawan, saya selalu ingin ada untuk kalian dan mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar